BATANG HARI _ CORONGREFORMASI.COM. Sebagaimana telah di terbitkan di Beberapa Media sebelumnya terkait soal Dugaan Korupsi Pengadaan Chronebook dan Beberapa Perangkat Sarana penunjang kegiatan Belajar mengajar pada Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Batanghari Tahun anggaran 2022 lalu dengan pagu anggaran Rp :14.715,000000 .
Sebagai pemberi informasi Para Awak media yang telah menerbitkan Berita terkait masalah dugaan Korupsi tersebut memburu informasi terkait perkembangan Proses Penyelidikan yang di lakukan oleh pihak POLDA Jambi saat ini, Rabu 21/5/2025 awak media mencoba mencari informasi ke pihak POLRES batanghari, Salah seorang anggota Reskrim Polres Batanghari yang tak mau namanya di tulis namun sebagai sumber bisa di percaya kepada awak media mengatakan.
Kalau soal kasus pengadaan Chronebook tersebut kasusnya di tangani langsung oleh pihak POLDA Jambi namun tetap berkoordinasi dengan pihak Polres Batanghari, yang kami tau sampai saat ini sudah 60 orang di panggil dan di periksa di minta keteranganya terkait masalah pengadaan Chronebook tersebut kata sumber.
Di tempat terpisah salah seorang aktifis Batanghari ketika di mintai tanggapannya kepada media ini mengatakan. Pada Tahun 2023 Kami telah pernah Membuat laporan ke pihak APH di kabupaten Batanghari, menurut Pantauan kami saat 2023 Pihak dinas terkait pernah dipanggil oleh APH namun Sampai saat ini tidak ada kejelasan, masalah ini di akui oleh PPTK Proyek Pengadaan Laptop tersebut Saat di hubungi oleh Supan Sopian beberapa waktu yang lalu saat mencoba konfirmasi ke pihak dinas Pendidikan Batanghari, IRSIL SYARIF saat itu mengatakan kami sudah di panggil oleh pihak APH dan sudah Selesai kata Irsil melalui sambungan telphon dengan Supan Sopian.
Begitu juga baru baru ini pasca berita di terbitkan oleh kawan kawan di media online Kami juga Mendapatkan informasi bahwa pihak Dinas kembali di panggil oleh APH, namun kami belum mendapatkan informasi yang jelas apakah pemanggilan ini terkait masalah pengadaan Chronebook tahun 2022 atau masalah lain, karena Belum ada Keterangan Resmi dari pihak APH kata sopian.
Namun Kami berharap masalah ini di usut tuntas dan kami minta kepada APH agar permasalahan ini di Buka secara transparan supaya tidak ada lagi berita simpang siur dan akan menimbulkan suuzon kata Supan Sopian mengakhiri komentarnya, sementara itu Zulfadli sebagai kepala Dinas pendidikan kabupaten Batanghari sampai saat ini belum bisa di hubungi untuk diminta tanggapannya terkait soal pengadaan Chronebook yang dipermasalahkan para aktifis saat ini. (Man)








