Merangin, Corongreformasi.com — Proyek Bangunan Gedung Taurism Information Center (TIC) yang baru dibangun oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Merangin pada tahun 2023 akhirnya mengalami kerusakan sebelum sempat digunakan. Bangunan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,142633119.00 miliar ini ambruk di beberapa bagian plafon pada September 2024, kurang dari dua tahun setelah selesai.
Masih bisa di akses di situs LPSE kabupaten Merangin Bangunan Gedung TIC yang pada proses lelang di menangkan oleh PT PUTRI ICHA LESTARI dengan Harga Penawaran Rp : 1.140395292,35 milyar rupiah.
Bangunan yang dirancang sebagai pusat informasi pariwisata tersebut dibangun untuk menunjang sektor wisata di Kabupaten Merangin, namun sayangnya tidak pernah difungsikan karena kerusakannya yang mendadak dan parah.
Sampai saat ini, pihak berwenang belum mengungkap secara resmi siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Namun, sejumlah pihak menyoroti kurangnya pengawasan dan inspeksi terhadap pembangunan fasilitas tersebut selama proses konstruksi dan pasca pembangunan.
Sejumlah aktivis dan pemerhati pembangunan mendesak agar Aparat Penegak Hukum segera memanggil pihak rekanan dan pihak DISPARPORA kabupaten Merangin sebagai pihak yang bertanggung jawab atas bangunan yang menggunakan uang Rakyat tersebut.
“Ini adalah bukti nyata adanya potensi penyimpangan dan kelalaian dalam pengelolaan anggaran. Kami mendesak BPK untuk melakukan audit secara menyeluruh terhadap proyek ini, dan kepada APARAT PENEGAK HUKUM, khususnya KEJAKSAAN NEGERI MERANGIN agar memanggil dan melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan pekerjaan bangunan Gedung tersebut,
Sementara itu, masyarakat dan kalangan pemerhati pembangunan mengharapkan ada tindakan tegas dan transparansi dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.
Dinas Disparpora dan pihak terkait diharapkan segera menyelesaikan permasalahan ini demi kemajuan sektor pariwisata dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran daerah.
AL Basri sebagai tokoh pemuda Merangin saat di wawancarai media corongreformasi.com mengatakan kami sangat kecewa dengan bangunan ini kami mengharap KEJAKSAAN NEGERI BANGKO segera mengusut tuntas dugaan penyelewengan dan permainan pada pekerjaan bangunan gedung TIC tersebut karena menurut kami kalau bangunan tersebut di bangun sesuai dengan perencanaan dan teknis yang ada tak mungkin hasilnya seperti ini kata Basri dengan geram.(Man).








